RickYeck Guitar - Childhood

Saturday, January 20, 2018

Profesi SOUND ENGINEER dimata para musisi


Sound Engineer atau audio engineer adalah sebuah bidang kemampuan seseorang yang berhubungan dengan penggunaan mesin dan peralatan untuk rekaman, audio editing, mixing, mastering dan produksi suara. Bidang ini mengacu pada audio, termasuk elektronik, akustik, psychoacoustics, dan musik. Seorang Audio engineer haruslah menguasai semua jenis media perekam suara, antara lain tape analog dan digital, multitrack recorder, DAW (Digital Audio Workstation) contoh; Cubase, Nuendo, ProTools, Studio One, Fruity Loops, dll, dan pastinya ilmu pengetahuan komputer/ IT.

Sebenarnya, Ada perbedaan cabang profesi audio engineer untuk produksi rekaman recording, editing, mixing, dan mastering. Biasanya, secara professional masing-masing proses tersebut dilakukan oleh sound engineer yang berbeda.
Antara lain; 
  • Studio Engineer,
  • Recording Engineer,
  • Assistant Engineer,
  • Mixing Engineer, dan
  • Mastering Engineer.

Ada juga profesi audio/sound engineer live performance, yang biasanya bekerja di live stage, antara lain ;
  • Live Sound Engineer,
  • Monitor Engineer, dan
  • Systems Engineer.

Bahkan, ada juga profesi audio/sound engineer lainnya, contohnya ;
  • Game Audio Designer Engineer, dan
  • Audio Post Engineer (yang biasa mengerjakan scoring musik untuk film).
Lokasi foto: Starlight Studio, Duren Sawit. Jakarta Timur




Nah.... dari semua penjabaran profesi sound/audio engineer secara detail, kita sudah cukup memahami, karena tugas masing-masing pembagian profesi ini berbeda, tapi tetap berkesinambungan.

Setelah memahami persis profesi sound engineer, maka saya akan berlanjut ke tema artikel saya kali ini, mengenai profesi Sound Engineer di mata para musisi atau pekerja seni, yang dimaksud pekerja seni disini adalah musisi/artis/penyanyi, produser rekaman, music director.

Kebanyakan seorang sound engineer (*sebut saja Sound Engineer yaa guys, mewakili semua cabang profesi seperti penjelasan di atas tadi) menyebutkan/menjuluki musisi/artis/penyanyi, produser rekaman, music director yang menggunakan jasa keahliannya tersebut, sebagai KLIEN / CLIENT. 👅👅👅

Yaa, betul... klien adalah raja. Sound Engineer sebagai pesuruhnya 👊. Tapi apabila seorang raja bekerja sendirian, tentu tidak akan mampu menyelesaikan nya. Betul kan? ... Saya sendiri pernah menduduki posisi sebagai klien dan juga sebagai sound engineer, yang sampai sekarangpun saya masih berkecimpung di tempat yang sama, yaitu musik. Beginilah rasanya menjadi seorang sound engineer, dan begitulah rasanya menjadi seorang player/musisi/penyanyi. Kedua status profesi tersebut seharusnya berkesinambungan yang selaras sehingga menimbulkan dampak yang positif pada hasil akhir sebuah pencapaian yang di inginkan.
Berkaitan dengan pencapaian hasil akhir sebuah produksi musik, sangat di pengaruhi oleh proses produksi, dimana proses produksi tersebut membutuhkan kinerja yang postif dari berbagai pihak yang berwenang; Sound Engineer, Musisi/Penyanyi, Produser musik, Manager, dll.

Bagaimana bisa selesai sebuah pekerjaan apabila satu pekerjaan tersebut membutuhkan sebuah team work yang solid, tetapi tidak ada unsur kerjasama yang baik antara kedua belah pihak dan pihak-pihak pendukung lainnya. Sound Engineer dan Klien adalah sebuah tim kerja, tim kerja membutuhkan kesinambungan dalam jangka tertentu yang solid dan paten. Komunikasi yang baik sangat di butuhkan, perilaku yang sopan juga sama pentingnya, tidak mengandalkan sisi egosentris diri masing-masing pihak, wajar dalam bersikap, yang dalam artian tidak berlebihan.
Banyak sekali saya temui dimana sebuah kasus terbukti bahwa kinerja optimal dari sebuah produksi musik tidak berhasil maksimal tersebut di landasi atas bentrok dan beda pendapat antara Sound Engineer dan Klien. Tidak sedikit, keluhan-keluhan kecil dari rekan SE (*Sound Engineer) dan rekan-rekan Musisi (Klien) yang saya dengar saat sedang bertukar pikiran tentang produksi musik. Inilah dimana saat sisi egosentris yang berperan dominan dalam sebuah produksi musik, akibatnya adalah negatif. Dari segi hasil, tentu berpengaruh besar, yang bukan hanya menimbulkan mindset buruk di posisi Klien, tetapi juga di posisi SE. Artinya, sangat merugikan kedua belah pihak.

Sudut pandang saya dari posisi klien (musisi) , melihat SE adalah seorang yang penting untuk menghasilkan produksi yang tentu baik. Kesampingkan semua jenis pola pikir yang buruk dan egois, kerjasama yang positif pasti menghasilkan produksi yang baik pula. Memang, setiap karakter individu pasti berbeda. Alangkah baiknya dipelajari terlebih dahulu karakter individu nya sebelum memulai bekerja. Ini supaya menghindari kesalahan dalam bersikap pada saat produksi. Percayakan saja sepenuhnya hasil akhir yang baik dan sesuai keinginan kepada tangan ahlinya, kemudian melepas atribut "lebay" pada saat produksi. Sesuaikan pada porsinya. Intinya adalah saling percaya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk rekan semua...
Terima kasih...


Artikel Unggulan

Kata Mas IndraQ, tentang INDUSTRI MUSIK JAMAN NOW

Ini adalah sedikit cerita dari mas IndraQ tentang Industri musik Jaman Now... Dalam sebuah acara Launching Album Kompilasi Kompilasi "S...

postingan Populer